Pertolongan Pertama Patah Tulang


Tulang memiliki fungsi untuk menopang tubuh agar dapat berdiri tegak dan sebagai tempat bersandar atau bergantungnya jaringan tubuh. Patah tulang terjadi ketika kekuatan yang diberikan terhadap tulang lebih kuat dari daya tahan tulang dan menyebabkan rasa sakit. Fraktur atau biasa disebut patah tulang dan digolongkan menjadi 2 macam, yaitu patah tulang tertutup dan patah tulang terbuka. Patah tulang terbuka adalah dimana tulang atau fragmen tulang menembus jaringan kulit luar, sedangkan patah tulang tertutup adalah dimana tulang yang patah tidak sampai keluar menembus jaringan kulit.

Jum’at 21 April 2017, Tim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) Karima Utama Surakarta melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang pertolongan pertama pada patah tulang yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi pengunjung dan keluarga pasien terkait pengertian tulang, kategori patah tulang, gejala patah tulang dan pertolongan pertama pada patah tulang.

Pada kasus patah tulang terbuka dapat berbahaya karena korban kemungkinan akan kehilangan banyak darah dan rawan infeksi. Ketika melihat seseorang yang di duga terjadi patah tulang maka jangan memindahkan korban kecuali ada tenaga medis yang berpengalaman, ditakutkan korban tersebut terjadi cidera bagian kepala, leher atau tulang belakang.

Menurut Ari dari Instalasi IGD, gejala patah tulang meliputi :

  1. Terjadinya kelainan bentuk pada tulang dari yang semula normal.
  2. Pada titik tertentu, tulang sukar digerakkan.
  3. Terjadinya gangguan pada fungsi tulang.
  4. Terjadinya bengkak pada titik tertentu.
  5. Nyeri pada titik yang terjadi patah tulang.
  6. Krepitasi/muncul bunyi gemeretak pada tulang.
  1. Tulang keluar/kelihatan dari permukaan kulit.

Saat seseorang mengalami gejala-gejala diatas, maka yang dapat dilakukan, antar lain :

  1. Jangan panik.
  2. Buka jalan napas pada korban, berikan napas buatan bila diperlukan.
  3. Atasi luka pendarahan apabila terjadi patah tulang terbuka.
  4. Jangan membersihkan luka atau menyisipkan sesuatu pada tulang yang luka meskipun tujuannya untuk menolong.
  5. Spalk/bidai pada bagian tulang yang diduga patah untuk mengurangi pergerakan pada bagian tersebut.
  6. Langsung hubungi rumah sakit terdekat apabila korban tidak sadarkan diri.