HUT PPNI


Jumat, 17 Maret 2017 dalam rangka merayakan HUT PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) yang ke-43, RS Karima Utama Surakarta mengadakan PKMRS (Pendidikan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit) tentang Cuci Tangan dan Osteoporosis dengan melibatkan kurang lebih 130 warga sekitar. Kegiatan yang diketuai oleh Kurnia Esa A, AMK ini dapat berjalan lancar atas partisipasi dari warga sekitar yang bersedia datang.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran bagi warga tentang pentingnya cuci tangan dan cara cuci tangan yang benar agar terhindar dari penyakit. Menurut WHO, Ada 6 langkah cuci tangan yang benar yang pertama dengan basahi tagan dengan air dan ratakan sabun di atas telapak tangan, usap punggung tangan kanan dan kiri ke arah luar, silangkan jari tangan kanan dan kiri lalu gosok ke arah luar, gosok punggung jari dengan gerakan setengah memutar, gosok ibu jari kanan dan kiri dengan cara memutar, gosok ujung jari kanan dan kiri dengan telapak tangan dengan gerakan memutar, setiap gerakan tersebut dilakukan 4 kali masing – masing tangan. Setelah selesai, tangan di keringkan dengan menggunakan tissu kering atau lap sekali pakai.

Cuci tangan yang baik dan benar merupakan salah satu faktor yang dapat mencegah terjadinya suatu penyakit. Menurut WHO, ada 5 momen seseorang diharuskan untuk cuci tangan. 5 momen tersebut yaitu sebelum kontak dengan pasien, sebelum melakukan tindakan, setelah terkena cairan tubuh pasien, setelah kontak dengan pasien, dan setelah kontak dengan lingkungan di sekitar pasien.

Tidak hanya cuci tangan, RS Karima Utama Surakarta juga melakukan pendidikan kesehatan tentang Osteoporosis. Osteoporosis merupakan suatu penyakit tulang yaitu terjadinya pengeroposan tulang yang dapat menyerang wanita usia menopouse dan pria usia < 60 th. Pemberian pendidikan kesehatan tentang menopouse ini di harapkan agar warga dapat lebih mengenal penyakit osteoporosis dan dapat melakukan pencegahan penyakit osteoporosis.

Dengan pemberian materi tentang cuci tangan dan osteoporosis ini, diharapkan warga dapat menerapkan perilaku yang benar dalam cuci tangan sehingga dapat mencegah penularan penyakit dan dapat mencegah terjadinya osteoporosis, karena pada dasarnya mencegah lebih baik daripada mengobati.